PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTs. ALKHAIRAAT MADINATUL ILMI DOLO
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang penerapan model pembelajaran Active Learning dalam meningkatkan hasilbelajar peserta didik pada mata pelajaran aqidah akhlak di MTs Alkhairaat Madinatul Ilmi Kecamatan Dolo KabupatenSigi. Pokok masalah yang diangkat dalam Skripsi ini adalah Bagaimana penerapan model pembelajaran ActiveLearning pada mata pelajaran aqidah akhlak? Bagaimana langkah-langkah yang digunakan dalam penerapan modelpembelajaran Active Learning pada mata pelajaran aqidah akhlak? Apakah hambatan-hambatan dan solusi modelpembelajaran Active Learning pada mata pelajaran aqidah akhlak?Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dan penggunaan teknik observasi, interview,dekumentasi, kemudian dianalisis secara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta pengecekan data denganmetode trianggulasi.Hasil penelitian skripsi ini menunjukkan bahwa Penerapan model pembelajaran Active Learning sangatmembantu pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Dimana peserta didik harusmenciptakan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan, menemukan gagasan,dapat mengembangkan pengetahuan kompetensi yang ada pada dirinya tidak hanya menerima pengetahuan saja daripendidik, sehingga peserta didik menjadi pusat kegiatan. Dan pendidik hanya sebagai fasilitator, motivator daninspirator yaitu; mengontrol, mengawasi dan memberikan fasilitas, memberika kesempatan kepada peserta didik untukberpikir, memberikan dorongan, mengembangan inspirasi yang dimiliki peserta didik, menciptakan peserta didik yangkreatif serta banyak memiliki metode dan strategi pembelajaran dalam setiap pertemuan. Dilakukan dengan cara:Merancang pembelajaran, Memotivasi peserta didik, menata peserta didik serta menyajikan materi yang ada. Adapunhambatan dalam Penerapan model pembelajaran Active Learning adalah peserta didik kurang percaya diri dan alokasiwaktu yang terbatas sedangkan solusi yang dilakukan adalah memotivasi peserta didik dan melatih peserta didikmerangkai kata-kata serta mengatasi waktu yang sempit.Referensi
Abdullah Muhammad Bin Yazid Khazwaini, Abi (1995). Sunan Ibnu Majah, Beirut: Darul Fiqar.
Andi el-Faraby, (2017). Januari, 5, 2017, Kelebihan dan Kelemahan Active Learning, Blog Andi el-Faraby. http://andinurdiansah.blogspot.co.id/2010/1 1/kelebihan-dan-kelemahan-active-learning 12.html
Hamdani, (2011). Strategi Belajar Mengajar, Bandung: CV Pustaka Setia.
Hamzah B. Uno dan Nurdin Muhammad, (2011). Belajar dengan Pendekatan PAILKEM, Jakarta: PT Bumi Aksara.
Muhammad Thobroni dan Arif Mustofa, (2013). Belajar dan Pembelajaran: Pengembangan Wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembangunan Nasional, Jogjakarta: Ar- Ruzz Media.
Hisyam Zaini, Bermawy Munthe, dan Sekar Ayu Aryani, (2008). Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Rus’an, (2012). Model-Model Pembelajaran Berbasis PAKEM, Bogor: PT Flashbook.
Rusman, (2010). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesional Guru, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Silberman, Mel (2007). Active Learning: 101 Strategi PembelajaranAktif, Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Sugiono, ( 2011). Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta.
Suprihatiningrum, Jamil (2013). Strategi Pembelajaran: Teori dan Aplikasi, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Suryosubroto, (2007). Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta: PT Rineka Cipta.
Warsono dan Hariyanto,(2016). Pembelajaran Aktif: Teori dan Asesmen, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Zakariah dkk, (2020).Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Action Research, Research and Development (RnD). Yayasan Pondok Pesantren Al Mawaddah Warrahmah: Kolaka.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##

