PERAN GURU PAI DALAM PEMBINAAN MODERASI BERAGAMA PESERTA DIDIK DI SMK NEGERI 1 LUMUT KABUPATEN TAPANULI TENGAH

  • Hafizur Rohim Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Dedi Masri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Humaidah Br. Hasibuan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Abstract

A multicultural school environment requires the cultivation of tolerance and a balanced religious attitude to prevent potential conflicts and radicalism among the youth. This study aims to describe and understand the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in fostering moderate religious attitudes among students at SMK Negeri 1 Lumut, Tapanuli Tengah Regency. This study employed a descriptive qualitative method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies, involving PAI teachers, the school principal, other subject teachers, and students from various religious backgrounds as informants. The data were analyzed using an interactive model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that PAI teachers play a vital role as educators, mentors, role models, and facilitators of interfaith dialogue. Through exemplary behavior, contextual learning approaches, and social activities, PAI teachers successfully inculcate the values of wasathiyah (balance), tasamuh (tolerance), and musawah (equality). However, some constraints remain, including limited learning time, differences in family upbringing, and the absence of structured, sustainable interfaith activities. PAI teachers hold a strategic role in building a moderate culture within the school environment, which can be optimized through better collaboration between teachers, school authorities, and the community.

References

Abror, M. (2020). Moderasi Beragama dalam Bingkai Toleransi. Jurnal Kajian Islam, 1(2), 143–155.

Akhmadi, A. (2019). Moderasi Beragama dalam Keragaman Indonesia (Religious Moderation in Indonesia’s Diversity). Jurnal Bimas Islam, 12(1), 45–55. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Althaf. (2022). Makna Moderasi dalam Konteks Keberagaman Umat Beragama. Jurnal Studi Islam Kontemporer, 3(2), 201–212.

Amar, M. A. E. (2020). Guru PAI: Implementasi Kompetensi Kepribadian. Surabaya: FAM Publishing.

Aziz, M. M. M. Q. A. (2023). Kebijakan Moderasi Beragama. Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 6(2), 417–430.

BM, S. A. (2014). Konflik Sosial dalam Hubungan Antar Umat Beragama. Jurnal Dakwah Tabligh, 15(2), 189–208.

Damanik, R. (2019). Hubungan Kompetensi Guru dengan Kinerja Guru. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 8(2), 55–63.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Fattah, A. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Harfa Creative.

Hambali, M. (2016). Manajemen Pengembangan Kompetensi Guru PAI. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Press.

Hardani, A., dkk. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Ilmu. Hasan, M. (2021a). Prinsip Moderasi Beragama dalam Kehidupan Berbangsa.Jurnal Mubtadin, 7(2), 111–123.

Hasan, M. (2021b). Awlawiyah (Mendahulukan Prioritas) dalam Moderasi Beragama. Jurnal Mubtadin, 7(2), 130–140.

Hidayat, R., Sarbini, M., & Maulida, A. (2018). Peran Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Membentuk Kepribadian Siswa SMK Al-Bana Cilebut Bogor. Prosiding Al-Hidayah Pendidikan Agama Islam, 1(1B), 146–157

Indonesia. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM RI.

Izzati, A. N., ZamZam, A. F., & Prabowo, M. I. (2023). Peran Guru dalam Pendidikan Islam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits. EDU-RELIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan, 7(4), 251–259.

Jajat Sudrajat. (2020). Kompetensi Guru di Masa Covid-19. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(1), 100–110.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahnya (Edisi Terjemahan Resmi). Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Luqmanul Hakim Habibie, M., & Wahidah, N. R. (2021). Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam di Indonesia. Jurnal Moderasi Beragama, 1(1), 121–151.

Muchith, M. S. (2016). Guru PAI yang Profesional. Jurnal Quality, 4(2), 217– 235.

Munawaroh. (2023). Peran Guru PAI dalam Membangun Moderasi Beragama di SDIT Baitul Jannah Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 1(1), 55– 68.

Nurdin, A. (2021). Nilai-Nilai Toleransi dalam Perspektif Sejarah Islam di Nusantara. Jurnal Sejarah dan Budaya Islam, 4(2), 87–99.

Noor, J. (2015). Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Riadi, M. (2017). Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 55–67.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukirman. (2021). Teknik Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 5(2), 88–97.

Tim Penyusun Kementerian Agama. (2019). Moderasi Beragama: Konsep dan Implementasi. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.Usop, M. A. (2019). Metode Penelitian Lapangan dalam Pendidikan Islam. Medan: UIN Sumatera Utara Press.

Published
2025-12-31
How to Cite
Nasution, H., Masri, D., & Hasibuan, H. B. (2025). PERAN GURU PAI DALAM PEMBINAAN MODERASI BERAGAMA PESERTA DIDIK DI SMK NEGERI 1 LUMUT KABUPATEN TAPANULI TENGAH. Scolae: Journal of Pedagogy, 8(2), 8-16. https://doi.org/10.56488/scolae.v8i2.188